Khotbah Minggu, 24 Maret 2019 "KETAATAN MENGHASILKAN KEMENANGAN"

"KETAATAN MENGHASILKAN KEMENANGAN"
Yosua 6:2-5
oleh Ps. Rahel Ria Hutagalung S.Kep

Ketaatan memiliki pengertian patuh dan tunduk kepada otoritas. Kita mau melihat bagaimana Tuhan runtuhkan tembok yerikho dengan kuasaNya melalui ketaatan dari bangsa Israel. Kota Yerikho merupakan kota benteng yang memiliki luas sekitar 4 hektar dan kota ini ditembok seluruhnya supaya tidak boleh orang asing keluar masuk sehingga disebut tembok yerikho. Tembok yerikho memiliki tinggi 14 m dan tebal 6 m sehingga ada perempuan sundal yang bernama Rahab mempunyai rumah diatas tembok yerikho karena begitu tebalnya tembok tersebut. Penduduk kota Yerikho adalah orang Kanaan yang sering terlibat penyembahan berhala, pelacuran, okultisme, kriminal, bahkan mereka rela membakar anak mereka sendiri untuk dipersembahakan kepada dewa-dewa Kanaan. Hal ini sangat menyakiti hati Tuhan sehingga dosa penduduk ini sangat melambung tinggi dan Tuhan ingin memusnahkan mereka. Begitu juga seperti peristiwa air bah dizaman Nuh, dan Tuhan membumihanguskan Sodom dan Gomora karena dosa-dosa yang mereka lakukan dan tidak bisa ditolerir oleh Allah. Tuhan tidak mau bangsa Israel hidup bercampur dengan dosa orang Kanaan sehingga Tuhan musnahkan lewat peristiwa runtuhnya tembok yerikho. Tuhan sangat mengasihi umatNya yaitu bangsa Israel. Cara Tuhan selalu PROGRES dan KREATIF sehingga kita bisa mendapatkan KEMENANGAN! Tuhan selalu memakai cara yang berbeda untuk menolong umatNya. Sebagai perbandingan ketika Musa dan Yosua (abdi Musa selama 40 tahun dipadang gurun) menghadapi permasalahan yang sama. Dizaman Musa bangsa Israel harus melewati Laut Teberau dan Tuhan berkata kepada Musa untuk angkat tongkat sehingga laut terbelah. Tetapi dizaman Yosua, bangsa Israel harus melewati Sungai Yordan dengan cara Tuhan melalui imam-imam yang membawa tabut Allah untuk mencelupkan kakinya terlebih dahulu meskipun sungai itu terus mengalir. Ini memerlukan tindakan IMAN! Tuhan tidak saja memakai Yosua tetapi Tuhan libatkan orang lain lagi untuk mengerjakan mujizatNya. Setiap cara Tuhan itu kreatif dan selalu maju, tidak ada satupun peristiwa bangsa Israel melawan bangsa-bangsa lain dengan cara yang sama untuk menghadapinya. Pasti selalu saja ada trik (jurus) Tuhan yang berbeda-beda, itulah LUAR BIASANYA ALLAH kita!

Tuhan menginginkan KETAATAN bangsa Israel untuk melihat kuasaNya dinyatakan. Ada persyaratan Allah kepada bangsa Israel yang menguji ketaatan mereka :

1. Mengelilingi kota sekali selama 6 hari dengan DIAM ;Yos 6:10
Didalam terjemahan Alkitab KJV ada kata “not shout” artinya tidak berteriak dan “not noise” artinya tidak bising. Bangsa Israel dituntut untuk tidak mengeluarkan suara apapun dari mulutnya, mereka harus DIAM. Setiap hari satu kali mengelilingi tembok yerikho yang cukup luas sungguh melelahkan dan secara logika tidak masuk akal selama 6 hari. Angka 6 berbicara tentang angka manusia. Tetapi Tuhan suruh mereka diam artinya mereka harus mematikan segala kemanusiaan (kedagingan) mereka. Sekalipun penduduk yerikho mencemoohkan mereka tetapi bangsa Israel harus diam. Diam disini berarti “jangan ada persungut-sungutan” (Yak 5:9). Bangsa Israel harus mematikan keegoisan mereka dan tidak bersungut-sungut sekalipun lelah, disakitin, dicemoohkan, dsb oleh penduduk yerikho. Begitu juga kita sebagai umat Tuhan belajar untuk tidak bersungut-sungut sekalipun ketika kita sudah maksimal bekerja tetapi tetap dipersalahkan, dan hal yang lainnya menurut kita tidak sesuai. Mari belajar untuk mematikan keegoisan kita. Jangan pernah salahkan siapapun baik pimpinan, teman, terlebih Tuhan. Ingat Tuhan izinkan kita untuk diam karena Dia akan berperang gantikan kita sehingga kita diam saja. Itulah cara Tuhan!

2. 7 Imam membawa sangkakala, dan imam-imam yang membawa tabut Allah; Yos 6:4a
Pola yang Tuhan berikan bagi bangsa Israel yang pertama atau didepan adalah 7 imam yang membawa sangkakala, lalu barisan berikutnya imam-imam yang membawa tabut Allah, lalu bangsa Israel. Angka 7 memiliki arti kesempurnaan, sangkakala adalah alat musik yang terbuat dari tanduk binatang yang digunakan untuk memberikan aba-aba kepada bangsa Israel ketika mereka berkumpul, berperang, dsb. Sangkakala melambangkan KUASA Tuhan. Tabut adalah bentuk seperti peti persegi panjang yang didalamnya ada 2 loh batu. Tabut melambangkan KEHADIRAN TUHAN. Hal ini memberikan pengertian bahwa kesempurnaan KUASA dan KEHADIRAN Tuhan harus kita junjunng tinggi dan prioritaskan dari segalanya. 

3. Hari ke 7 harus mengelilingi yerikho sebanyak 7 kali, dan kali yang ke 7 mereka harus BERSORAK ; Yos 6:16
Kata bersorak dalam bahasa inggris “Shout” adalah salah satu aspek pujian. Bersorak lebih dari sekedar tepuk tangan, tetapi dengan segenap hati dan kekuatan. Sebagai contoh pertandingan bola dan tim yang kita idolakan menang pasti kita akan sekuat tenaga memberikan sorak kemenangan. Begitu juga hal yang dialami bangsa Israel mereka mengekspresikan dengan iman mereka lewat bersorak bagi Tuhan. Didalam Ibr 11:30 dikatakan dengan iman maka tembok yerikho runtuh artinya tidak perduli seberapa besar dan tebal tembok itu dengan iman dan pujian maka akan runtuh dengan kuasa Tuhan. Kuasa pujian mampu menghancurkan dan meruntuhkan tembok-tembok yang menghalangi kita meraih kemenangan.

4. Jangan mengambil barang yang “dikhususkan” ; Ay 18-19
Kata dikhususkan dalam bahasa Ibrani “herem” artinya benda atau orang yang dikhususkan bagi Allah untuk dihukum atau untuk melayani Tuhan. Barang yang dikhususkan untuk dimusnahkan (ay 18) adalah patung-patung berhala, dsb. Sedangkan barang yang dikhususkan (ay 19) untuk melayani Tuhan adalah berbicara tentang perpuluhan dan persembahan karena itu milik Tuhan.

HASIL KETAATAN ADALAH KEMENANGAN ; Ay 20 tembok Yerikho runtuh dengan kuasa Tuhan serta ketaatan mereka.

Khotbah minggu, 24 Maret 2019 "EPHI GINOSKO"

EPHI GINOSKO
"HIDUP YANG BERGAUL DENGAN ALLAH"
Kejadian 5:21-24
oleh Pdt.H.Hutagalung

EPHI GINOSKO berasal dari bahasa gerika yang berarti hidup bergaul dengan Allah atau hidup yang intim dengan Allah. Ephi Ginosko diibaratkan hubungan suami istri dimana tidak ada sesuatu yang rahasia, semua transfaran, terbuka, tidak munafik atau berpura-pura. Henokh bergaul intim dengan Allah selama 300 tahun, meskipun dia ada keluarga dan tanggung jawab selama dibumi. Kesibukan, kelurga, tugasnya Henokh tidak dapat menghalangi Dia untuk bergaul dengan Allah dan memprioritaskan Tuhan atau mengasihi Tuhan lebih dari apapun yang ada didunia ini. Hubungan Henokh dan Tuhan berjalan dengan baik. Angka 300 artinya setia atau kesetiaan. Jika kita mau hidup bergaul intim dengan Tuhan perlu kesetiaan, ketekunan. Dalam arti bahasa batak “jugul” bisa dikonotasikan negatif dan positif. Dalam konotasi positif jugul itu berarti terus bertekun, ulet, ngotot, terus mencari Tuhan apapun yang terjadi, situasi tidak menghalanginya untuk semakin dekat dengan Tuhan. Henokh diangkat hidup-hidup langsung ke Sorga karena hubungannya yang intim dengan Allah.

1. HUBUNGAN PRIBADI DENGAN TUHAN PRIORITAS UTAMA DAN YANG TERUTAMA ; Matius 22:37-38
  • lebih penting dari pengetahuan ; 1 Kor 13:1
  • lebih penting dari karunia pelayanan ; 1 Kor 13:2
  • lebih penting dari korban persembahan ; 1 Kor 13:3
  • persembahan Kain ditolak ; Kej 4:4-5
  • persembahan Habel diterima


Hukum yang terutama mengasihi Tuhan dengan segenap hatimu. Kata segenap itu ukurannya hanya kepada Tuhan karena Tuhanlah yang memiliki segalanya dan hanya untuk Dialah segalanya. Sedangkan hukum kedua yaitu mengasihi orang lain seperti dirinya sendiri itu berarti ukuran mengasihi standarnya dirinya sendiri. Sebagai contoh apabila seorang suami mengasihi istrinya maka dia harus mengasihi terlebih dahulu dirinya sendiri lalu diukur sejauh mana dia mengasihi dirinya sendiri maka begitupun dia mengasihi istrinya. Jika kita cubit daging kita dan merasakan sakit begitu juga rasanya ketika kita mencubit daging orang lain pasti sakit. Apabila kita tidak mau ditipu jangan tipu orang lain, jika kita tidak mau disakiti orang lain jangan  mau menyakiti orang lain. Oleh sebab itu apabila ingin orang lain melakukan kebaikan kepada kita maka lakukan terlebih dahulu kepada orang lain. Hubungan dengan Tuhan lebih penting daripada pengetahuan, karunia pelayanan, dan persembahan. Hubungan dengan Tuhan harus dilandaskan dengan KASIH. Kasih itu membuat hormat kepada Tuhan baik luar dan dalam, tidak ada kemunafikan tetapi ada keseriusan. Mengasihi Tuhan itu mutlak, apabila kita melakukan ibadah hanya karena aturan dan bukan karena cinta Tuhan maka pasti akan bosan dan sakit hati karena ketika kita sudah melakukan yang terbaik dan selalu direndahkan orang maka timbullah kekecewaan. Ketika kita sadar bahwa Tuhan yang memanggil kita maka kita akan menikmatinya asalkan lakukan pelayanan dengan ketulusan. Tuhan lebih rindu kehadiran kita setiap waktu bersama Dia daripada apa yang dapat kita lakukan atau persembahan. Hubungan yang akrab jauh lebih penting dari segalanya, dan Tuhan sangat rindu kita berkata “Bapa, aku mengasihi Tuhan”. Kita harus membangun hubungan kita dengan Tuhan setiap hari, jangan lewatkan waktu seharipun tanpa mencari kehadiran Tuhan terlebih dahulu. Persembahan Habel diterima sedangkan Kain ditolak karena Tuhan mengindahkan pribadi Habel terlebih dahulu baru persembahannya. Bagi Tuhan yang terutama pribadinya dulu.

2. UNTUK MEMELIHARA HUBUNGAN DENGAN TUHAN
  • takut akan Tuhan ; Maz 25:14
  • bersahabat ; Yoh 15:15
  • memahami hubungan kita sebagai anak ; Mat 7:9-11


Orang yang bergaul dengan Tuhan maka Tuhan akan memberitahukan rahasia FirmanNya. Mendapatkan firman Tuhan lebih berharga daripada emas tua, karena orang yang mendapatkan Firman akan terus dipelihara oleh Dia meskipun dunia sekarang goncang gancing dengan keadaan yang semakin merosot. Tuhan itu sahabat kita artinya harus selalu terbuka. Ada perbedaan antara teman dan sahabat, alkitab berkata kita harus berteman dengan semua orang tetapi harus pilih-pilih dalam bersahabat. Apabila bersahabat maka kita mencurahkan isi hati sepenuhnya dan rahasia itu dijamin bahkan didoakannya. Yesus sahabat yang baik dan Dia mengerti segala isi hatimu. Kita juga harus memahami posisi kita sebagai anak, jangan seperti anak sulung yang marah ketika adiknya yang hilang dan kembali serta dipestakan oleh Bapanya. Anak sulung tidak mengerti posisinya sebagai anak dan tidak mengerti haknya sebagai anak yang seharusnya memiliki segala sesuatu yang ayahnya miliki. 

3. KAGUM DAN HORMATI TUHAN DALAM HIDUP ; Flp 2:12
  • bangga dengan Tuhan ; Yer 9:23-24


Semakin tinggi kekaguman kita kepada Tuhan maka semakin tinggi kehormatan serta kerinduan kita kepada Tuhan. Lakukan keselamatan dengan takut dan gentar. Tapi heran banyak orang kristen lebih takut pada manusia daripada Tuhan. Kita harus hormati disiplin lebih buat Tuhan dibanding manusia. Sadari hal itu! Banggalah dengan Tuhan lebih dari segalanya sehingga memberi penghormatan.

4. PENGHAMBAT KEINTIMAN DENGAN TUHAN 
  • dosa dan kejahatan ; Yes 59:1-2
  • sadar dan akui kesalahan ; 1 Yoh 1:9
  • singkirkan semua penghalang

Ada penghalang dosa dan kejahatan sehingga mengganggu hubungan yang intim dengan Tuhan. Apabila ada hati yang tidak beres maka tidak bisa akrab maka harus bereskan terlebih dahulu dengan Tuhan.

5. MARI KITA MELUNAKKAN HATI TUHAN ; Zak 8:21-22
  • Dia pasti muncul seperti fajar ; Hos 6:3