khotbah minggu 27 Januari 2019 "KERINDUAN KEPADA ALLAH"

"KERINDUAN KEPADA ALLAH"
MAZMUR 42:1-12

Menurut teori Maslow bahwa manusia membutuhkan kebutuhan primer dan sekunder, dan kebutuhan bagi yang sudah mapan dari perkenomian yaitu aktualisasi diri. Ketika sesorang sudah mencukupi kebutuhan hidup secara jasmani maka dia memerlukan untuk hidup bermanfaat, berguna, mengelola hidup lebih lagi. Apabila seseorang memiliki tujuan hidup yang positif  tidak akan memusingkan hidup dengan hal-hal yang menggoda. Tujuan hidup yang benar perlu kerinduan sehingga bisa memiliki terobosan didalam hidup dan disiplin hidup. Ada kebutuhan manusia yang hakiki bernilai kekal yaitu kerinduan kepada Alllah.

1. HAUS akan ALLAH ; ay 1-2
Seperti rusa merindukan air ; ay 2
Kesusahan dan pergumulan hidup ; ay 4
Tekad mendekatkan diri kepada Tuhan ; ay 5
Kerinduan kepada Allah berbicara tentang haus akan Dia seperti rusa yang merindukan air. Ada 2 hal rusa merindukan air yaitu yang pertama rusa setiap hari harus mendapatkan air dan dia mencari terus meskipun dibukit dan dilembah didapatkan air, yang kedua rusa mandi dengan air itu sehingga bau badanya hilang dan musuh-musuhnya tidak bisa mendeteksinya. Begitu juga kehidupan kita ketika kita merindukan Tuhan maka dia akan selalu mencari Tuhan. Orang yang dekat dan merindukan kepada Tuhan tidak akan mundur dari persoalan. Selama kita hidup persoalan dan pergumulan akan terus dialami tetapi ada rencana Tuhan dibalik semua persoalan itu. Terkadang ketika kita menghadapi pergumulan hidup mendapatkan berkatpun bisa menangis apalagi ketika ada orang yang berkata dan menyindir kita dan berkata “dimana Allahmu?” ini bisa melemahkan kita. Tetapi pemazmur tetap bertekad untuk mendekatkan diri kepada Tuhan , dia tidak memusingkan dengan sindiran orang sekalipun. 

2. Pengakuan atas KASIH SETIA TUHAN; ay 6-9
Arahkan hati kepada Tuhan ; ay 6
Tuhan mengendalikan semua keadaan dan situasi ; ay 7-8
Akui Dia dan bersyukur atas kasih setiaNya ; ay 9
Terkadang ketika kita menghadapi masalah dan hal itu bisa membuat tertekan hingga kita bisa bingung dan mulai muncul keraguan kepada Tuhan. Kita harus mengarahkan hati kita sepenuhnya kepada Tuhan karena kasih setia Tuhan yang memampukan kita untuk melewati setiap persoalan kita. Keadaan situasi jangan pernah mengendalikan kita, baik dalam hal suka maupun duka. Sebagai contoh Petrus yang berjalan diatas air ketika dia mulai melihat gelombang-gelombang yang ada disebelah kanan dan kirinya dia langsung bimbang dan hampir tenggelam padahal Yesus yang menyuruhnya untuk berjalan. Ketika Petrus tidak memandang Yesus kedepan maka dia hampir jatuh karena melihat keadaan disekelilingnya. Ingat percayalah kepada Tuhan sepenuhnya pandang saja kepada Dia sebab Dia sanggup mengendalikan semua keadaan dan situasi. Pemazmur membayangkan seperti Tuhan izinkan gelombang-gelombang membuat hidupnya terancam, tetapi dia tetap mengakui Tuhan dan terus bersyukur atas kasih setia Tuhan. Didalam Mazmur 121:1-8 penjagaan kita adalah Tuhan semesta alam, yang mengawal kita siang dan malam, seperti bangsa Israel yang dijaga oleh tiang awan pada malam hari dan tiang api pada siang hari. Ini adalah bukti kasih setia Tuhan yang terus-menerus. Terkadang manusia ketika menghadapi persoalan timbul rasa menyalahkan diri sendiri, orang lain, bahkan mungkin Tuhan. Berhati-hatilah saudara, persoalan yang dihadapi adalah untuk melatih iman kita. Tuhan mau mengajari kita untuk selalu berharap kepada Dia. Tuhan mendengar doa!

3. Miliki sikap yang benar dalam sebuah PROSES TUHAN ; ay 10
Ketika orang datang dengan sindiran dimana Allahmu ? ; ay 11
Sebuah keputusan yang benar dari pemahaman yang benar tentang maksud Tuhan; ay 12
Berani mengucap syukur dan memuji Tuhan dalam segala keadaan ; ay 12
Tanggapi dengan benar setiap proses yang kita hadapi. Persoalan dan situasi bukan musuh kita, yang menjadi musuh kita justru respon kita ketika menghadapi persoalan itu. Sebagai contoh ada 12 pengintai yang masing-masing berasal dari 12 suku Israel untuk mensurvei tanah Kanaan. 10 pengintai menanggapi dengan negatif yang melihat persoalan besar dan melihat dirinya kecil, tetapi ada 2 pengintai yaitu Yosua dan Kaleb menanggapi persoalan dengan positif yaitu melihat bahwa dia bersama Tuhan sanggup melewati persoalan itu, mata mereka tertuju kepada Tuhan sehingga dia tidak melihat dirinya dan persoalan yang besar. Keadaan ini sama-sama melihat persoalan itu tetapi yang menjadi pembedanya adalah cara pandang mereka terhadap persoalan itu. Tuhan tidak pernah terbatas sanggup melakukan segalanya tetapi respon kita yang menentukan. Buatlah keputusan yang benar sehingga memiliki pemahaman yang benar dalam mengambil keputusan. Didalam Matius 28:18-20 berbicara tentang penyertaan Tuhan sampai akhir zaman. Penyertaan Tuhan berlaku ketika kita berada didalam rencanaNya seperti kereta api yang tetap berada didalam rel, apabila keluar dari rel maka dipastikan tidak akan sampai pada tujuan. Apabila kita diberi roh takut akan Tuhan maka kita akan hidup dalam kebenaran dan sampai pada tujuan. Ketika bangsa Israel keluar dari Mesir, hal yang harusnya dilakukannya adalah takut akan Tuhan, mendengar perintah Tuhan melalui Musa tetapi pada kenyataannya terkadang mereka melanggar perintah Tuhan bahkan mau melontari Musa dengan batu. Ketika bangsa Israel berjalan dalam kehendak Tuhan maka janji-janji Tuhan menyertai mereka tetapi ketika tidak hidup dalam jalan Tuhan maka Tuhan marah dan menghukum mereka. Bahkan bangsa Israel hampir tidak diselamatkan oleh Tuhan karena kekerasan hati mereka yang tidak mau taat dan dipimpin oleh Tuhan. Ingatlah saudara, untuk mengalami penyertaan Tuhan mari kita hidup didalam segala kehendakNya!Haleluya

khotbah minggu 20 Januari 2019 "MEMELIHARA KEUTUHAN CIPTAAN"

MEMELIHARA KEUTUHAN CIPTAAN 
Kejadian 1:1,31 ; 2:1
oleh : Pdt.Hesekiel Hutagalung


1. Pada mulanya Allah

* Sebelum ada segala sesuatu, Allah sudah ada
* Allah adalah sumber segala sesuatu ; Yoh 1:1-3
Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.(TB)
* Dia Allah yang kekal ; Yes 40:28
Tidakkah kautahu, dan tidakkah kaudengar? TUHAN ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertian-Nya.(TB)


2. Dia Allah yang teratur
* Hari pertama diciptakan terang
* Hari kedua cakrawala/ langit
* Hari ketiga laut, darat, dan tumbuhan
* Hari keempat benda-benda penerang (matahari, bulan, dan bintang)
* Hari kelima ikan dan burung-burung
* Hari keenam hewan dan manusia

3. Perintah Tuhan kepada manusia
* Berkembang-biaklah, penuhi bumi ; ay 28
Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi."(TB)
* Taklukkanlah bumi, kuasai, kelola, pelihara
* Menggali potensi bumi, mengeluarkan yang terbaik  tanpa merusak lingkungan
* Jaga kebersihan, keasrian, dan kesehatan lingkungan
* Merusak lingkungan berarti merusak masa depan anak cucu kita

4. Dosa membawa kehancuran ; Kej 3
* Manusia hilang Kemuliaan Allah ; ay 6-7
Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya. Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.(TB)
* Hidup dalam ketakutan ; ay 8-10
Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman. Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?" Ia menjawab: "Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi."(TB)
* Saling mempersalahkan ; ay 11-13
Firman-Nya: "Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?" Manusia itu menjawab: "Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan." Kemudian berfirmanlah TUHAN Allah kepada perempuan itu: "Apakah yang telah kauperbuat ini?" Jawab perempuan itu: "Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan."(TB)
* Manusia keluar dari Taman Eden
* Bumi terkutuk

5. Allah mengasihi manusia berdosa
* Allah mencari manusia ; ay 9
Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?"(TB)
* Allah memberikan pakaian kulit binatang , penebusan darah Yesus
* Melalui kematian Yesus, kuasa iblis dan kuasa doa dikalahkan ; ay 15
Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya."(TB)

6. Ketaatan pada Tuhan membawa pemulihan ; Ul 28:1-6
Ula. 28:1-6
"Jika engkau baik-baik mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan setia segala perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka TUHAN, Allahmu, akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi. Segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu, jika engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu: Diberkatilah engkau di kota dan diberkatilah engkau di ladang. Diberkatilah buah kandunganmu, hasil bumimu dan hasil ternakmu, yakni anak lembu sapimu dan kandungan kambing dombamu. Diberkatilah bakulmu dan tempat adonanmu. Diberkatilah engkau pada waktu masuk dan diberkatilah engkau pada waktu keluar.(TB)
* Diberkati di Kota
* Diberkati di Ladang
* Diberkati buah kandungan
* Diberkati hasil bumi
* Diberkati ternak
* Diberkati bakul dan adonan
* Diberkati keluar masuk